Minggu, 04 April 2010

MERAIH JANI TUHAN

Oleh : Ev. Hermanto Karokaro, S.Th

Kalau kita membaca Alkitab, maka kita akan menemukan banyak janji Tuhan yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya, salah satu jadi Tuhan kepada Abraham misalnya. Tuhan berjanji bahwa Abraham akan memiliki banyak keturunan, dan akan dijadikan bapa orang beriman. Luar biasa, walaupun melewati proses yang cukup panjang, toh akhirnya janji itu pun tergenapi. Paling tidak ada tiga agama besar yang mengakui keberadaan Abraham, agama Yahudi, Muslim dan Nazrani. Pertanyaanya sekarang, bagaimana cara Abraham meraih janji Tuhan ? Saya mencoba menguraikan beberapa rahasia penting yang dilakukan Abraham dalam meraih janji Tuhan. Pertama: Abraham Sadar siapa yang berjanji padanya. Kesadaran akan siapa yang berjanji adalah rahasia pertama yang membuat Abraham meraih janji Tuhan. Abrahama sadar bahwa kalau Tuhan yang berjanji maka DIA pasti sanggup menggenapi. Saya teringat dengan anak saya Yehezkiel. Suatu hari saya berjanji akan membelikannya sebuah gitar kecil, tetapi sore itu karena pekerjaan di kantor banyak akhirnya saya lupa dan pulang tanpa membawa gitar. Saat tiba di depn rumah Yehezkiel (Iel) langsung menagih janji saya. Saat itu saya sebenarnya capek, tetapi karena sudah janji maka saya langsung memutar arah motor dan pergi ketoko gitar, sekitar 20 menit saya kembali dengan gitar yang saya janjikan. Saya bukanlah Tuhan, saya hanya seorang ayah yang tidak sempurna, namun saya berusaha semampu saya memenuhi apa yang saya sudah janjikan. Abraham menyadari betul bahwa yang berjanji adalah YHWH yang menciptakan alam semesta termasuk dirinya, kesadaran akan kemahakuasaan Tuhan adalah rahasia pertama kita bisa meraih janji-janji Tuhan. bersambung....

Minggu, 23 Agustus 2009

ROH KUDUS SAHABAT SEJATIKU


Semua manusia membutuhkan hiburan, baik anak-anak, orang dewasa bahkan usia senja pun tidak terkecuali. Perhatikan tayangan televisi hari-hari ini, banyak menawarkan unsur-unsur hiburan, mulai dari komedian, sampai kepada film-film yang bertehnologi tinggi. Konon TUKUL pembawa acara di salah satu stasiun tv swasta dibayar cukup mahal karena kemampuannya mengintertein. Banyak usaha dilakukan manusia untuk memperoleh hiburan, sebagian pergi ke mal, timezone, cinemplex, ke puncak, pantai, dll.


Hari-hari ini timbul satu kesan, bahwa hidup yang berbahagia adalah hidup yang dipenuhi dengan berbagai hiburan. Tetapi pertanyaan nya sekarang adalah, apakah hal-hal yang dari dunia ini bisa memberi kepuasan akan kebutuhan hiburan bagi manusia ? untuk sementara mungkin jawababnnya iya, tetapi harus disadari bahwa semua hiburan yang ditawarkan dunia sifatnya sangat terbatas dan sementara. Sebagai contoh banyak orang pergi nonton ke bioskop tujuannya supaya terhibur dari berbagai masalah atau situasi yang sulit, tetapi setelah selesai menonton apakah rasa stres hilang, jawabannya tentu tidak, yang tejadi justru tambah stres karena film yang ditonton membutuhkan perhatian tersendiri.


Tuhan Yesus saat - saat terakhir akan naik kesurga meninggalkan murid-murid-Nya, manyadari bahwa murid-murid akan sedih, mungkin juga takut, itu sebabnya Yesus berkata bahwa sampai di surga, Dia akan mengutus ROH KUDUS sebagai Roh penolong, penghibur bagi Murid-murid. Yesus tahu bahwa Hanya Roh Kudus yang sanggup memberi penghiburan sejati pada Murid-murid. Penghiburan sejati merupakan kebutuhan setiap manusia, kalau saja semua manusia menyadari bahwa dia membutuhkan Roh Kudus tidak akan ada yang namanya, putus asa, bahkan tindakan bunuh diri. Banyak manusia menjadi stres karena mencoba mengatasi segala problem di hidup ini dengan kekuatan sendiri.


Penghiburan dari manusia juga sangat terbatas, hubungan antar manusia masih dipenuhi dengan prasyarat - prasyarat, saat teman kita baik kita masih baik, tetapi saat teman jahat sanggupkah kita masih baik, belum tentu. Hubungan manusia juga adalah hubungan yang saling meninggalkan atau di tinggalkan. secinta-citanya seorang suami - Istri satu saat mereka harus siap berpisah. itulah keterbatasan cinta manusia, itujuga sebabnya Tuhan dalam kitab Yeremia berkata terkutuklah orang yang mengandalkan manusia.


Sangatlah bijaksana saat kita menyadari bahwa dalam diri kita sudah diberi Roh Kudus dari semula sebagai penolong dan penghibur kita. Sangatlah bijaksana saat kita belajar memberi diri dipimpin Roh Kudus, dan sangatlah penting untuk selalu kita mengingat bahwa dalam keadaan apapun Roh Kudus setia menolong kita. Mari Andalkan Roh Kudus, maka Ia akan memuaskan hati yang kosong dan hampa. Mari andalkan Roh Kudus, maka Ia akan menghibur hati sedih, dan menguatkan hati lemah. Amin

Selasa, 14 Juli 2009

SUDAH BERDOA, KOK KECELAKAAN JUGA

Oleh: Hermanto Karokaro, S.Th

Suatu hari saya bersama teman pulang dari Bekasi menuju Jakarta. Sebelum berangkat saya mengajak teman supaya berdoa terlebih dahulu dan kami pun berdoa dan doanya agak panjang juga. Setelah sepuluh menit motor yang kami kendarai, tepatnya di sebuah tikungan kami mengalami kecelakaan. Setumpuk pasir dan batu-batu kecil tersebar dijalan merupakan faktor peyebabnya. Saya terpelanting dan puji Tuhan hanya sedikit lecet di lutut, sementara teman saya yang sudah agak tua justru sehat-sehat saja, puji Tuhan.

Setelah tiba di Jakarta saya mengajak teman saya untuk mampir di warung pecal lele dan ayam goreng. Sambil menunggu hidangan disajikan saya sempat berbincang-bincang dengan teman saya seputar kejadiann yang baru saja kami alami. Saya bertanya dengan sedikit canda, tadi kita udah berdoa tapi kenapa kita mengalami kecelakaan juga ? teman saya menjawab justru karena kita tadi berdoa sehingga kita hanya sedikit lecet, coba kalau tadi kita tidak berdoa pasti keadaannya lebih parah.

Kejadian yang saya dan teman alami bukanlah sebuah kejadian yang terlalu khusus, banyak orang juga mungkin pernah mengalaminya. Atau anda yang sedang membaca renungan ini pun mungkin punya pengalaman tersendiri tentang doa dan kuasa/perlindungan Tuhan.

Saya teringat dengan alamarhum Pdt. Eka Darma Putera, seorang hamba Tuhan yang sangat produktif . Selain sebagai gembala yang sangat dicintai jemaatnya beliau juga sangat rajin menulis, puluhan bukunya bahkan ratusan mewarnai pemikiran iman kristen. Tetapi hampir sepuluh tahun beliau berperang dengan penyakit lever bahkan akhirnya meninggal karena penyakit tersebut. Padahal setiap hari beliau berdoa bahkan jemaat berdoa, rekan sesama pendeta berdoa tetapi akhirnya beliau harus meninggal karena penyakit yang dideritanya.

Saat doa hanya kita pahami sebagai sarana untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, maka pada saat itulah doa kehilangan makna yang sesungguhnya. Doa bukanlah sekedar meminta, doa bukan sekedar memenuhi apa yang kita mau yang tujuannya untuk membuat kita menjadi nyaman. Sebab jika doa kita pahami hanya sebatas itu maka jangan kaget kalau suatu saat kita akan malas berdoa. Atau kita akan berkata doanya dijawab Tuhan doaku tidak, doanya berkuasa doaku tidak.

Saya tidak mempercayai kuasa doa, tetapi saya sangat percaya dengan kuasa Tuhan maka karena itulah saya berdoa. Jadi masalah doa dijawab atau tidak dijawab tidak masalah, yang paling penting sikap kita terhadap Tuhan. Adakah kita tetap percaya saat doa kita tidak dijawab, dapatkah saya dan teman berkata Tuhan maha kuasa dan sangat baik padahal kami mengalami kecelakaan. Jika saya dan teman dapat berkata demikian maka itu jauh lebih berarti daripada sekedar kami bersyukur karena tidak mengalami kecelakaan. Maka dari itu mari kita memahami arti doa lebih dari sekedar meminta, menyenangkan kita. Tetapi biarlah kita tetap berdoa karena kita percaya akan kuasa dan kebaikan Tuhan. Sekali lagi berdoalah bukan untuk meminta tetapi berdoalah karena Tuhan baik dan maha kuasa. Amin

Kamis, 14 Mei 2009

MENANG ATAS KETAKUTAN

Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!" Yohanes 6:20
Suatu hari di rumah kami pernah mati lampu dan kejadiannya kebetulan pada malam hari saat kami sekeluarga sudah tertidur. Saat itu anak saya Yehezkiel umurnya kira-kira 5 tahun terbangun dan langsung berteriak papa..papa. Dari nada suaranya saya bisa mengira bahwa anak saya sedang dalam ketakutan. Tetapi suasana menjadi berbeda ketika saya mulai bicara dan berkata Yehezkiel ini papa. Saat itu anak saya menjadi tenang dan dapat melanjutkan tidurnya.  

Alkitab berkata bahwa Allah adalah Bapa kita dan kita yang percaya adalah anak-anak-Nya. Mungkin dalam perjalanan hidup kita mengalami banyak tantangan yang terkadang seperti kegelapan yang membuat kita menjadi takut. Tetapi bagaimana supaya kita bisa menang dalam menghadapi setia tantangan jawabannya adal sbb:

1. Rasa Takut dapat kita kalahkan lewat berseru pada Tuhan:
Yehezkiel bisa keluar dari rasa takutnya ketika dia berusaha memanggil. Kata memanggil berarti sebuah tindakan yang punya tujuan yaitu untuk mendapatkan sebuah jawaban. Pemazmur berkata bahwa berserulah pada Tuhan maka engkau akan mendapat jawaban. Maka dari itu langkah pertama untuk menang atas ketakutan adalah berseru memanggil atau meyembah Tuhan.

2. Rasa Takut dapat kita kalahkan lewat mendengar suara Tuhan:
Yehezkiel tidak saja memaggil papa tetapi pada saat bersamaan dia juga memasang telinga dan peka dengan suara ayahnya. Demikian halnya ketika kita sudah memanggil Bapa maka pekalah akan suara-Nya. Memang suara Tuhan tidak harus audibel (Tuhan langsung bicara) tetapi kita bisa mendengar suara Tuhan lewat membaca Firman Tuhan.


3. Rasa Takut dapat kita kalahkan lewat percaya penuh:

Yehezkiel tidak saja memanggil, mendengar papanya tetapi juga mempercayai papanya secara penuh. Kegelapan masih ada saat itu tetapi karena Yehezkiel percaya penuh terhadap papanya maka dia menjadi tenang bahkan dapat tidur dengan pules. Percaya penuh sangat diperlukan dalam menghadapi ketakutan. Kita sering sesaki takut dan dikuasai ketakutan tersebut karena kita kurang percaya. Yesus pernah berkata dalam injil Matius “ mengapa kamu takut ? dan mengapa kamu tidak percaya ?” 


yaitu adalah Firman Allah sendiri. Tuhan Yesus pernah berkata bahwa untuk kita bisa masuk kedalam kerajaan Allah maka kita harus memiliki iman seperti anak kecil. Yehezkiel ketika sudah mendengar suara papanya maka dia menjadi tenang dan dapat tertidu dengan pules. Yehezkiel tidak sedikitpun ragu dengan ayahnya. Sesungguhnya demikianlah Allah inginkan ketika kita menaruh percaya kepadaNya. 


Senin, 11 Mei 2009

Allah Mengadakan yang Tidak Ada Menjadi Ada

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Kejadian 1:1
Menurut sejarah,Thomas Alfa Edison melakuan percoabaan ribuan kali untuk menemukan sebuah alat penerang (lampu pijar). Demikian juga Ford untuk menemukan mesin penggerak melakukan perconaan ratusan kali. Mungkin masih banyak penemu-penemu yang lain, seperti James Waat, Albert Enstein, dll. Tetapi ingat bahwa mereka hanya disebut penemu bukan penecipta. Dalam kitab Kejadian 1:1 Pada mulanya Allah mencipta langit dan bumi. Kata mencipta dalam teks ibrani menggunakan kata BARA yang artinya menjadikan sesuatu yang belum ada menjadi ada.
Allah bisa mengadakan yang tidak ada menjadi karena Allah sanggup dan berkuasa melakukannya. Yang tidak ada saja bisa diadakan apa lagi yang sudah ada. Karena itu Paulus berkata dalam surat Filipi " Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." Apa yang menjadi kebutuhan saudara ? ingatlah bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang sanggup. Dia bukan penemu tetapi pencipta.

Rabu, 06 Mei 2009

JATUH LAGI JATUH LAGI



Seorang anak muda datang ke pendeta, si pemuda mengeluh karena tidak bisa lepas dari satu dosa. Si pemuda sering merasa bersalah karena selalu jatuh dalam dosa yang sama. Pendeta mencoba mendorong si pemuda supaya bangkit dan bertekad untuk tidak melakukan dosa itu lagi bahkan diakhiri dengan doa. Satu bulan kemudian si pemuda datang lagi dan mengeluhkan hal yang sama yaitu jatuh kedalam dosa itu-itu lagi. Si pendeta kembali mencoba menolong si pemuda dengan memberi nasihat dan juga doa-doa. Satu bulan kemudian terjadi hal yang sama si pemuda masih jatuh lagi terhadap dosa itu-itu lagi. Pengalaman si pemuda mungkin kelihatannya agak lucu, tetapi bukan tidak mungkin banyak anak-anak Tuhan mengalami hal yang sama. Untuk menang terhadap dosa dengan kekuatan sendiri memang tidak mungkin, hanya dengan pertolongan dan kekuatan Allah saja kita bisa menang.

Minggu, 03 Mei 2009

Mengapa Orang Percaya Berdoa


Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Markus 1:35


Suatu hari seorang jemaat bertanya kepada pendeta. Pak pendeta apakah bapak setuju bahwa Tuhan adalah maha tau (tau segala-galanya), ya saya setuju kata pendeta. Kemudian jemaat melanjutkan pertanyaannya yang kedua. Pak pendeta apakah bapak setuju bahwa Tuhan berkuasa mengontrol segala sesuatu, ya saya setuju kata pendeta. Kalau begitu mengapa kita harus berdoa kata si jemaat, bukankah Tuhan tau segalanya tentang hidup kita, bahkan dia berkuasa untuk mengendalikan segala sesuatunya. Si Pendeta memandang si jemaat dengan tersenyum karena merasa sedikit dijebak. Kalau kita membaca Alkitab maka kita akan menemukan banyak alasan mengapa sebagai orang percaya kita harus berdoa sekalipun Tuhan maha tau dan maha kuasa. Saya mencoba menguraikan tiga alasan penting mengapa sebagai orang percaya kita harus berdoa


1. Kita berdoa karena Tuhan memerintahkan kita untuk berdoa.

Setidaknya ada 38 kali bahkan lebih ayat yang memerintahkan supaya orang percaya berdoa. Dalam Efesus 6:18 Paulus berkata "dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh ... Rasul Paulus mengingatkan jemaat Efesus supaya mereka berdoa. Yesus sebagai Tuhan yang memerintahkan kita orang percaya berdoa adalah seorang yang selalu berdoa, bahkan sampai hari ini di surga Yesus masih terus berdoa. Sebagai orang percaya hendaknya doa jangan jadikan sebagai sebuah pilihan, tetapi jadikanlah doa sebagai kewajiban untuk kebaikan kita.


2. Kita berdoa karena dengan berdoa kita mendapat kekuatan baru
Mazmur 138:3 Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku. Yesus saat - saat terakhir menjelang penderitaan-Nya berdoa bahkan sampai pagi di taman getsemani. Lewat doa semalaman Yesus mendapat kekuatan baru, kekuatan yang luar biasa. Paulus dan silas dalam penjara dikuatkan lewat doaan penyembahan. Demikianlah halnya dengan hidup kita hari ini. Kita menghadapi banyak masalah dan kita menjadi kuat ketika kita menjadikan doa sebagai hal yang penting.


3. Kita berdoa karena dengan berdoa kita mendapat Tuntunan Tuhan
Paulus dalam sepanjang perjalanan pelayanannya selalu diawali dengan doa, karena Paulus tidak mau mengambil resiko karena keslahannya. Ruben A Torrey dalam bukunya How to Pray ” berkata bahwa ” Doa adalah alat yang Allah berikan untuk kita mendapatkan hal-hal yang kita butuhkan. Berdoa kepada Tuhan memang terkadang jawabannya tidak seperti keinginan kita. Walau demikian bukan berarti tidak berdoa. Craig Satterlee, seorang professor Missionari dari Chicago ” "Saya tidak mempercayai kekuatan doa. Namun, saya percaya akan kuasa dan hadirat Allah, karena itulah saya berdoa."


Selamat berdoa...